My First Love…

Salam

Cinta Pertama alias First Love yang sering dibilang orang tidak akan pernah terlupa
mungkin benar adanya
karena saat  itu kita merasakan apa yang disebut cinta
berbagai hal yang mungkin norak kita lakukan
malu-malu ketika bertemu, suka salah tingkah ketika didepan doi
banyaklah hal yang jika ditelaah ulang ternyata malu-maluin
itu jamanku dulu…
mungkin remaja sekarang lebih terbuka dengan ini

oke kita kembali ke kisahku
aku mengenalnya ketika saat itu sedang ada pemilihan Kades didesaku
*iyah ketahuan deh kalo aku orang desa
tapi gpp yah asal ga ndesoni
dia sering bertandang kerumahku karena rumahku menjadi salah satu basis
salah satu calon Kades
dibuatlah arena bulu tangkis oleh ayahku
untuk menarik perhatian warga
dan aku tentu saja
harus membuatkan kopi untuk mereka
iyah biasalah orang ndeso yang berkumpul semalaman ditemani kopi mantab banget
dan itulah yang terjadi setiap malam
bahkan tak jarang para warga itu menginap dirumahku

waktu terus bergulir
aku kebetulan diterima di sebuah SMP yang lumayan favorit di kotaku
dan jalan menuju sekolahku harus melewati rumahnya
bisa dibayangkan khan?
tapi bukan berarti aku yang masih bau kencur itu pacaran loh
kita hanya saling senyum aja ketika bertemu
dan mungkin karena aku tak terbiasa berteman dengan laki-laki
jadi senyum aja cukup lah

menjelang akhir kelas 3 SMP barulah dia mengutarakan isi hatinya
dan saat itu dia sudah hampir lulus SMA
karena baru pertama kali ditembak cowok
dan saat itu saya belum tau apa yang harus dilakukan
aku bertanya pada ibuku
dan lucunya ibuku memikirkannya untukku
hingga 2 hari kemudian beliau menyarankanku untuk berteman dekat aja dulu

mungkin bagi remaja ini bukanlah suatu pikiran yang bijak
tapi bagiku ternyata dengan menceritakannya kepada ibuku aku merasakan manfaat yang banyak.

ibuku, aku tak perlu backstreet dengannya
diapun diterima dengan baik kalo main kerumah
asalkan tidak macam2
alias pacaran sehat kurasa orang tua kita akan menyetujuinya
tapi terlalu dini kali ya kalo disebut pacaran
lebih ke teman dekat saja

kok jadi sok bijak nih…
hehehe…aniwei cerita uniknya ketika ternyat ibunya tidak suka padaku
dia sering bicara ngawur ketika ibunya tau dia sedang menerima telpon
dan berbicara seolah-olah itu teman laki-lakinya
hhihihi norak yah
dulu jamannya gak ada HP kayak sekarang adanya cuma telepon rumah
atau dia memilih untuk menelponku daripada menerima telponku

terkadang juga dia membuntutiku dengan motornya
ketika aku berangkat sekolah atau pulang sekolah
dia cerita  kalo dia berasalan hendak menjemput adiknya yang kebetulan kakak kelasku
hummmm lucu banget kalo mengingatnya
tapi yah begitulah cinta pertama
selalu ada kisah menarik untuk dikenang
walaupun kami tak bertemu lagi sekarang
dan akupun telah menemukan sandaran hati yang lain
at last cerita-cerita lucu itu tak kan pernah terlupa
Regards,
AWR

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Theme: Esquire by Matthew Buchanan.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.