<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Hyank&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://hyank.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hyank.wordpress.com</link>
	<description>Mutiara Hikmah Kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Dec 2011 02:04:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='hyank.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/c1c135320dca122a9e5ef9ff05094edc?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Hyank&#039;s Weblog</title>
		<link>http://hyank.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://hyank.wordpress.com/osd.xml" title="Hyank&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://hyank.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Being Mother</title>
		<link>http://hyank.wordpress.com/2011/12/14/being-mother/</link>
		<comments>http://hyank.wordpress.com/2011/12/14/being-mother/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 02:04:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hyank</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hyank.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya tepat kalo ada kata-kata bijak bahwa ketika menjadi seorang ibu segalanya akan mengubahmu, mungkin kamu tak lagi cantik menawan seperti dulu dan mungkin kamu tak akan punya waktu untuk pergi sekedar menyenangkan diri sendiri tapi hidupmu akan lebih berwarna &#8230; <a href="http://hyank.wordpress.com/2011/12/14/being-mother/"><em>Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></em></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=54&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasanya tepat kalo ada kata-kata bijak bahwa ketika menjadi seorang ibu segalanya akan mengubahmu, mungkin kamu tak lagi cantik menawan seperti dulu dan mungkin kamu tak akan punya waktu untuk pergi sekedar menyenangkan diri sendiri tapi hidupmu akan lebih berwarna dengan hadirnya sikecil dan yg paling penting kamu akan tetap bahagia</p>
<p>Desember 2010 setahun yang lalu, ketika hamil sedang besar-besarnya menanti kelahiran bukanlah perkara yg mudah bagiku. dengan kondisi badan bengkak yg amat sangat maklumlah saat itu berat badanku bertambah 15 kilogram dan kebetulan juga aku bukanlah seorang dengan sabar yg luar biasa seperti ibuku jadi menanti si kecil lahir adalah waktu yg sangat lama bagiku ternyata si anak ini pengen lahir di hari istimewa akhir tahun tepat menjelang terompet ditiup 11.45</p>
<p>Ketika kelahiran itu adalah penantian yang tak kunjung datang ternyata memiliki bayi itu juga bukan perkara mudah. Bulan-bulan pertama tidurnya terbalik, siang hari hampir sebagaian besar waktunya untuk tidur tapi begitu malam pengennya main terus padahal mata bundamu ini sudah 1 watt naaak (begitulah perasaanku tiap hari) </p>
<p>Desember 2011, sudah separuh bulan ditahun ini berjalan sayang tak terasa sudahhampir 1 tahun umurmu menikmati peran membuat bundamu ini terlalu senang sehingga 1 tahun ini berjalan dengan sukses walaupun aku harus bolak-balik kantor untuk sekedar bisa menyusuimu tapi bunda seneng nak kau pun tumbuh tinggi dan sehat. Rasanya itu sudah kebahagiaan tak ternilai untuk bunda</p>
<p>Dan tentang ayah, yang masih belum bisa sepenuhnya menemani hari-hari kita bunda hanya bisa menjanjikan ayah akan berusaha bersama kita sayang. walau usahanya belum membuahkan hasil saat ini, tapi bunda selalu ceritakan perkembanganmu padanya agar ayah tau kalo adek sudah bisa jalan, sudah bisa meminta dan mau memberikan waktu kepada bunda untuk sholat tanpa tangisanmu. Rasanya bunda sangat bahagia kamu menjadi bagian dari hidup keluarga kecil kita <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hyank.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hyank.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hyank.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hyank.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hyank.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hyank.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hyank.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hyank.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hyank.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hyank.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hyank.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hyank.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hyank.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hyank.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=54&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hyank.wordpress.com/2011/12/14/being-mother/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbf5838aa85c43eab76b0974c486c39d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hyank</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wedding in Islam</title>
		<link>http://hyank.wordpress.com/2010/04/05/wedding-in-islam/</link>
		<comments>http://hyank.wordpress.com/2010/04/05/wedding-in-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 06:13:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hyank</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hyank.wordpress.com/2010/04/05/wedding-in-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Pernikahan Oleh: KH. Dr. A. Mustofa Bisri Pernikahan merupakan salah satu sunnah Rasul SAW dan merupakan anjuran agama. Pernikahan yang disebut dalam al-Quran sebagai miitsaaqun ghaliizh, perjanjian agung, bukanlah sekedar upacara dalam rangka mengikuti tradisi, bukan semata-mata sarana mendapatkan keturunan, &#8230; <a href="http://hyank.wordpress.com/2010/04/05/wedding-in-islam/"><em>Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></em></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=43&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernikahan<br />
Oleh: KH. Dr. A. Mustofa Bisri</p>
<p>Pernikahan merupakan salah satu sunnah Rasul SAW dan merupakan anjuran agama. Pernikahan yang disebut dalam al-Quran sebagai miitsaaqun ghaliizh, perjanjian agung, bukanlah sekedar upacara dalam rangka mengikuti tradisi, bukan semata-mata sarana mendapatkan keturunan, dan apalagi hanya sebagai penyaluran libido seksualitas atau pelampiasan nafsu syahwat belaka.</p>
<p>Pernikahan adalah amanah dan tanggungjawab. Bagi pasangan yang masing-masing mempunyai niat tulus untuk membangun mahligai kehidupan bersama dan menyadari bahwa pernikahan ialah tanggungjawab dan amanah, maka pernikahan mereka bisa menjadi sorga. Apalagi, bila keduanya saling menyintai.</p>
<p>Nabi Muhammad SAW telah bersabda yang artinya,“Perhatikanlah baik-baik istri-istri kalian. Mereka di samping kalian ibarat titipan, amanat yang harus kalian jaga. Mereka kalian jemput melalui amanah Allah dan kalimah-Nya. Maka pergaulilah mereka dengan baik, jangan kalian lalimi, dan penuhilah hak-hak mereka.”</p>
<p>Ketika berbicara tentang tanggungjawab kita, Rasulullah SAW antara lain juga menyebutkan bahwa “Suami adalah penggembala dalam keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalaannya dan isteri adalah penggembala dalam rumah suaminya dan bertanggungjawab atas gembalaannya.”</p>
<p>Begitulah, laki-laki dan perempuan yang telah diikat atas nama Allah dalam sebuah pernikahan, masing-masing terhadap yang lain mempunyai hak dan kewajiban. Suami wajib memenuhi tanggungjawabnya terhadap keluarga dan anak-anaknya, di antaranya yang terpenting ialah mempergauli mereka dengan baik. Istri dituntut untuk taat kepada suaminya dan mengatur rumah tangganya.</p>
<p>Masing-masing dari suami-isteri memikul tanggungjawab bagi keberhasilan perkawinan mereka untuk mendapatkan ridha Tuhan mereka. Apabila masing-masing lebih memperhatikan dan melaksanakan kewajibannya terhadap pasangannya daripada menuntut haknya saja, Insya Allah, keharmonisan dan kebahagian hidup mereka akan lestari sampai Hari Akhir. Sebaliknya, apabila masing-masing hanya melihat haknya sendiri karena merasa memiliki kelebihan atau melihat kekurangan dari yang lain, maka kehidupan mereka akan menjadi beban yang sering kali tak tertahankan.</p>
<p>Masing-masing, laki-laki dan perempuan, secara fitri mempunyai kelebihan dan kekurangannnya sendiri-sendiri. Kelebihan-kelebihan itu bukan untuk diperbanggakan atau diperirikan. Kekurangan-kekurang pun bukan untuk diperejekkan atau dibuat merendahkan. Tapi, semua itu merupakan peluang bagi kedua pasangan untuk saling melengkapi. Kedua suami-isteri bersama-sama berjuang membangun kehidupan keluarga mereka dengan akhlak yang mulia dan menjaga keselamatan dan keistiqamahannya selalu. Dengan demikian, akan terwujudlah kebahagian hakiki di dunia maupun di akhirat kelak, Insya Allah.</p>
<p>KH. Dr. A. Mustofa Bisri, Pengajar di Pondok Pesantren Taman Pelajar<br />
Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah.</p>
<p>take from email sigit wahyu</p>
<p>Regards,<br />
AWR</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hyank.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hyank.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hyank.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hyank.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hyank.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hyank.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hyank.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hyank.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hyank.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hyank.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hyank.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hyank.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hyank.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hyank.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=43&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hyank.wordpress.com/2010/04/05/wedding-in-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbf5838aa85c43eab76b0974c486c39d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hyank</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>My First Love&#8230;</title>
		<link>http://hyank.wordpress.com/2010/03/31/my-first-love/</link>
		<comments>http://hyank.wordpress.com/2010/03/31/my-first-love/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 12:18:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hyank</dc:creator>
				<category><![CDATA[diari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hyank.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Salam Cinta Pertama alias First Love yang sering dibilang orang tidak akan pernah terlupa mungkin benar adanya karena saat  itu kita merasakan apa yang disebut cinta berbagai hal yang mungkin norak kita lakukan malu-malu ketika bertemu, suka salah tingkah ketika &#8230; <a href="http://hyank.wordpress.com/2010/03/31/my-first-love/"><em>Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></em></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=39&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam</p>
<p>Cinta Pertama alias First Love yang sering dibilang orang tidak akan pernah terlupa<br />
mungkin benar adanya<br />
karena saat  itu kita merasakan apa yang disebut cinta<br />
berbagai hal yang mungkin norak kita lakukan<br />
malu-malu ketika bertemu, suka salah tingkah ketika didepan doi<br />
banyaklah hal yang jika ditelaah ulang ternyata malu-maluin<br />
itu jamanku dulu&#8230;<br />
mungkin remaja sekarang lebih terbuka dengan ini</p>
<p>oke kita kembali ke kisahku<br />
aku mengenalnya ketika saat itu sedang ada pemilihan Kades didesaku<br />
*iyah ketahuan deh kalo aku orang desa<br />
tapi gpp yah asal ga ndesoni<br />
dia sering bertandang kerumahku karena rumahku menjadi salah satu basis<br />
salah satu calon Kades<br />
dibuatlah arena bulu tangkis oleh ayahku<br />
untuk menarik perhatian warga<br />
dan aku tentu saja<br />
harus membuatkan kopi untuk mereka<br />
iyah biasalah orang ndeso yang berkumpul semalaman ditemani kopi mantab banget<br />
dan itulah yang terjadi setiap malam<br />
bahkan tak jarang para warga itu menginap dirumahku</p>
<p>waktu terus bergulir<br />
aku kebetulan diterima di sebuah SMP yang lumayan favorit di kotaku<br />
dan jalan menuju sekolahku harus melewati rumahnya<br />
bisa dibayangkan khan?<br />
tapi bukan berarti aku yang masih bau kencur itu pacaran loh<br />
kita hanya saling senyum aja ketika bertemu<br />
dan mungkin karena aku tak terbiasa berteman dengan laki-laki<br />
jadi senyum aja cukup lah</p>
<p>menjelang akhir kelas 3 SMP barulah dia mengutarakan isi hatinya<br />
dan saat itu dia sudah hampir lulus SMA<br />
karena baru pertama kali ditembak cowok<br />
dan saat itu saya belum tau apa yang harus dilakukan<br />
aku bertanya pada ibuku<br />
dan lucunya ibuku memikirkannya untukku<br />
hingga 2 hari kemudian beliau menyarankanku untuk berteman dekat aja dulu</p>
<p>mungkin bagi remaja ini bukanlah suatu pikiran yang bijak<br />
tapi bagiku ternyata dengan menceritakannya kepada ibuku aku merasakan manfaat yang banyak.</p>
<p>ibuku, aku tak perlu backstreet dengannya<br />
diapun diterima dengan baik kalo main kerumah<br />
asalkan tidak macam2<br />
alias pacaran sehat kurasa orang tua kita akan menyetujuinya<br />
tapi terlalu dini kali ya kalo disebut pacaran<br />
lebih ke teman dekat saja</p>
<p>kok jadi sok bijak nih&#8230;<br />
hehehe&#8230;aniwei cerita uniknya ketika ternyat ibunya tidak suka padaku<br />
dia sering bicara ngawur ketika ibunya tau dia sedang menerima telpon<br />
dan berbicara seolah-olah itu teman laki-lakinya<br />
hhihihi norak yah<br />
dulu jamannya gak ada HP kayak sekarang adanya cuma telepon rumah<br />
atau dia memilih untuk menelponku daripada menerima telponku</p>
<p>terkadang juga dia membuntutiku dengan motornya<br />
ketika aku berangkat sekolah atau pulang sekolah<br />
dia cerita  kalo dia berasalan hendak menjemput adiknya yang kebetulan kakak kelasku<br />
hummmm lucu banget kalo mengingatnya<br />
tapi yah begitulah cinta pertama<br />
selalu ada kisah menarik untuk dikenang<br />
walaupun kami tak bertemu lagi sekarang<br />
dan akupun telah menemukan sandaran hati yang lain<br />
at last cerita-cerita lucu itu tak kan pernah terlupa<br />
Regards,<br />
AWR</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hyank.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hyank.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hyank.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hyank.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hyank.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hyank.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hyank.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hyank.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hyank.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hyank.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hyank.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hyank.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hyank.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hyank.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=39&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hyank.wordpress.com/2010/03/31/my-first-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbf5838aa85c43eab76b0974c486c39d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hyank</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seorang Wanita Yang Sederhana</title>
		<link>http://hyank.wordpress.com/2010/03/29/seorang-wanita-yang-sederhana/</link>
		<comments>http://hyank.wordpress.com/2010/03/29/seorang-wanita-yang-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 13:01:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hyank</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hyank.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Salam cerita ini dialami oleh orang yang sangat dekat denganku&#8230; dan aku sangat bangga padanya dia adalah wanita dari desa dengan keluarga yang sangat sederhana&#8230; bahkan boleh dibilang tidak punya tapi dia tidak pernah mengeluh&#8230; dia sangat menyukai dunia seni &#8230; <a href="http://hyank.wordpress.com/2010/03/29/seorang-wanita-yang-sederhana/"><em>Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></em></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=32&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam<br />
cerita ini dialami oleh orang yang sangat dekat denganku&#8230;<br />
dan aku sangat bangga padanya</p>
<p>dia adalah wanita dari desa<br />
dengan keluarga yang sangat sederhana&#8230;<br />
bahkan boleh dibilang tidak punya<br />
tapi dia tidak pernah mengeluh&#8230;</p>
<p>dia sangat menyukai dunia seni<br />
terutama seni desain dan menjahit<br />
dia sering bercerita ketika dia menginginkan baju baru<br />
dia bekerja di sawah orang sebagai buruh tani<br />
kemudian dia membeli bahan kain dan menjahitnya sendiri<br />
entah karena dia memang bakat<br />
bajunya selalu menjadi trend</p>
<p>dia memutuskan untuk bersekolah pondok pesantren<br />
pada saat itu sekolah di pesantren sangat sulit<br />
banyak hafalan, dan bukan sekedar hafalan bahasa indonesia<br />
tetapi juga hafalan bahasa arab<br />
yang baginya terlampau sulit<br />
apalagi dengan basic keluarga yang dibilang mentah dalam hal agama<br />
(hampir menangis aku mendengar ceritanya)<br />
dia bercerita padaku berapa uang saku yang diterimannya<br />
yang hanya cukup untuk membeli semangkok dawet(makanan khas kotanya)<br />
itupun kadang ngutang dulu<br />
dia bercerita bagaimana dia yang tidak terlalu tinggi<br />
harus naik sepeda gede(sepeda jaman lama)<br />
dan aku tahu itu sangat sulit<br />
tapi dia tak pernah menyerah<br />
ketika musim ujian tiba<br />
dia bangun ditengah malam<br />
menggelar sajadah dan melaksanakan sholat tahadjut<br />
kemudian duduk ditemaram lampu minyak<br />
dan berusaha dengan keras untuk menghafal..<br />
dengan perjuangan yang begitu krasnya<br />
dia akhirnya lulus juga</p>
<p>pada saat remajanya dia sangat pendiam<br />
tak bicara jika tak perlu<br />
tapi justru kediamannya itu membuat lawan jenisnya berlomba-lomba mendekatinya<br />
tapi tak satupun surat cinta mereka dibalasnya(pada saat itu pacaran hanya dengan surat)<br />
hingga dia bertemu dengan seseorang<br />
laki-laki yang sangat kuat pendirian<br />
dan akhirnya menikah</p>
<p>mereka hidup sangat sederhana<br />
tapi cukup&#8230;<br />
mereka mampu menyekolahkan anak-anaknya<br />
bahkan sampai perguruan tinggi</p>
<p>dan sekarang aku berdiri dengan kondisiku sekarang<br />
aku sangat merasa bersyukur&#8230;<br />
memiliki orang tua seperti mereka<br />
bahkan kepadanya juga aku mempercayakan seluruh isi hatiku&#8230;<br />
ibuku dialah wanita sederhana itu&#8230;</p>
<p>love you mom&#8230;<br />
AWR</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hyank.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hyank.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hyank.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hyank.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hyank.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hyank.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hyank.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hyank.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hyank.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hyank.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hyank.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hyank.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hyank.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hyank.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=32&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hyank.wordpress.com/2010/03/29/seorang-wanita-yang-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbf5838aa85c43eab76b0974c486c39d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hyank</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Be Positive&#8230;.</title>
		<link>http://hyank.wordpress.com/2010/03/29/be-positive/</link>
		<comments>http://hyank.wordpress.com/2010/03/29/be-positive/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 12:44:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hyank</dc:creator>
				<category><![CDATA[diari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hyank.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Salam&#8230;.. Lama kiranya saya tidak eksis di blog ini&#8230;dan memang saya terbuai oleh aplikasi jejaring sosial fesbuk. tapi kiranya banyak sekali pikiran yang mengganggu akhir-akhir ini sehingga rasanya aplikasi di fesbuk tidak lagi memuaskan hasratku untuk menumpahkan isi dipikiranku. Ya &#8230; <a href="http://hyank.wordpress.com/2010/03/29/be-positive/"><em>Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></em></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=22&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam&#8230;..</p>
<p>Lama kiranya saya tidak eksis di blog ini&#8230;dan memang saya terbuai oleh aplikasi jejaring sosial fesbuk. tapi kiranya banyak sekali pikiran yang mengganggu akhir-akhir ini sehingga rasanya aplikasi di fesbuk tidak lagi memuaskan hasratku untuk menumpahkan isi dipikiranku.</p>
<p>Ya Alloh ampuni aku untuk setiap dosa yang kuperbuat&#8230;<br />
Diujung malam aku menengadahkan tanganku untuk meminta Doa-doaku pada-Nya<br />
begitu besar harapanku untuk diterimanya doaku<br />
sehingga aku sendiri *didalam hatiku merasakan bahwa iya itu akan dikabulkan sekarang<br />
Dia pun menunjukkan tanda-tanda bahwa Rahmat itu ada<br />
beberapa hari dengan kondisi mindset yang sama<br />
terkadang mindset itu membuatku jenuh marah<br />
tapi aku terus saja meyakini dalam hatiku</p>
<p>Namun Dia menunjukkan hal lain<br />
apa yang kupikirkan dengan suami sama sekali tidak benar<br />
Dialah yang mengambil keputusan<br />
aku khilaf telah *ndisiki kerso (dalam istilah jawa)<br />
tak seharusnya aku terlalu yakin dalam hati dan pernyataan<br />
bahwa belum tentu yang kita pikir itu yang terjadi<br />
karena Dialah satu-satunya yang Maha Tahu apa yang akan terjadi<br />
kita hanya manusia yang cukup berusaha dan berdoa<br />
hasilnya tentu saja urusan Alloh</p>
<p>benarlah adanya pepatah bilang<br />
tulislah dengan pensil di catatan kecil apa yang kau inginkan<br />
dan berikan penghapus  sekaligus pennya kepada Tuhan<br />
karena dia akan menghapus yang tidak bagus untukmu<br />
dan menggantinya dengan hal terbaik yang akan tertulis dengan pen itu</p>
<p>Sama halnya dengan yang aku alami<br />
dua kali terjebak dalam mindset yang mendahului kersone Gusti Alloh<br />
ternyata dia menghapus catatanku&#8230;<br />
sedih memang, tapi inilah yang harus diterima<br />
aku hanya ingin berbaik sangka pada-Nya<br />
mungkin catatan yang terhapus itu dituliskan-Nya<br />
di akhir note<br />
atau bahkan dia sedang menkmati aku mendekat pada-Nya<br />
karena sudah hakikat manusia ketika dalam kondisi susah/menginginkan sesuatu<br />
maka berusahalah kita mendekati-Nya<br />
namun ketika Dia telah menorehkan Taqdir itu<br />
sering kali kita lupa bersyukur<br />
Yaa Alloh jangan biarkan aku termasuk golongan orang-orang yang lupa bersyukur<br />
Kini aku hanya meyakini bahwa Engkau tengah mempersiapkan aku untuk menerima anugrah terindah itu.</p>
<p>Now i Said to YOU my LORD<br />
i accept Your decide with all my soul and hearth&#8230;</p>
<p>Best Regads,<br />
AWR</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hyank.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hyank.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hyank.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hyank.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hyank.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hyank.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hyank.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hyank.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hyank.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hyank.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hyank.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hyank.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hyank.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hyank.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=22&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hyank.wordpress.com/2010/03/29/be-positive/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbf5838aa85c43eab76b0974c486c39d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hyank</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>surat cinta minimalis</title>
		<link>http://hyank.wordpress.com/2009/05/14/surat-cinta-minimalis/</link>
		<comments>http://hyank.wordpress.com/2009/05/14/surat-cinta-minimalis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 22:43:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hyank</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hyank.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ada yang menganggap terlalu naif dan hanya ada di dalam cerita aja. Apapun itu, kadang memang harus pinggirkan hal duniawi dan kembali ke dasar kita. Renungan buat yang sedang mencari pasangan hidup ataupun yang sedang mengarungi bahtera rumah tangga.. &#8230; <a href="http://hyank.wordpress.com/2009/05/14/surat-cinta-minimalis/"><em>Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></em></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=16&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin ada yang menganggap terlalu naif dan hanya ada di dalam cerita aja. Apapun itu, kadang memang harus pinggirkan hal duniawi dan kembali ke dasar kita.</p>
<p>Renungan buat yang sedang mencari pasangan hidup ataupun yang sedang<br />
mengarungi bahtera rumah tangga..</p>
<p>Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama.. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu?</p>
<p>Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban<br />
duniawi (cakep atau tajir <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  manusiawi lah <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya.<br />
Hingga detik ini<br />
saya masih ingat setiap detail percakapannya.</p>
<p>Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju<br />
pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan.</p>
<p>Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu<br />
sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran.</p>
<p>Proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Dia bukanlah akhwat, sama<br />
seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat<br />
berhati-hati dalam memilih suami..</p>
<p>Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika<br />
dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius.</p>
<p>Mereka berdua baru kenal sebulan.. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya<br />
menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.</p>
<p>Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya.<br />
Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama<br />
proses<br />
pernikahan.</p>
<p>Begitu banyak pertanyaan dikepala saya.. Asli..</p>
<p>Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu.</p>
<p>Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa<br />
memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali<br />
waktu itu (sok sibuk sih aslinya).</p>
<p>Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia<br />
telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal.</p>
<p>Beberapa kali saya telfon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan<br />
pernikahannya. That&#8217;s all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.</p>
<p>Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya<br />
memutuskan untuk menginap dirumahnya.</p>
<p>Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa ngobrol -hanya- berdua.</p>
<p>Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kita.<br />
Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa<br />
juga<br />
kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia<br />
juga ingin bercerita banyak pada saya.</p>
<p>Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kita tidur.</p>
<p>&#8220;Aku gak bisa tidur.&#8221; Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham<br />
kondisinya saat ini.</p>
<p>&#8220;Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya&#8230; ya.&#8221; Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu<br />
kamar yang temaram. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik.</p>
<p>Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan. Kita berbicara banyak<br />
hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat<br />
jelas dalam keremangan kamar. Memunculkan aura cinta yang menerangi kamar<br />
saat itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini<br />
saya pendam.</p>
<p>&#8220;Kenapa kamu memilih dia?&#8221; Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari tidurnya<br />
sambil meraih HP dibawah bantalku. Berlahan dia membuka laci<br />
meja riasnya.</p>
<p>Dengan bantuan nyala LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya.</p>
<p>Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada<br />
saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop surat perusahaan tempat calon suaminya bekerja. Apaan sih. Saya<br />
memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah ngikik geli.</p>
<p>&#8220;Buka aja.&#8221; Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya<br />
menebak warnanya pasti putih hehehe.</p>
<p>Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas.</p>
<p>&#8220;Busyet dah nih orang.&#8221; Saya menggeleng-gelengka n kepala sambil menahan<br />
senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya.</p>
<p>Saya memulai membacanya. Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan<br />
kata-katanya. Begini isi<br />
surat itu.</p>
<p>Kepada YTH</p>
<p>Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon<br />
kakak buat adik-adik saya</p>
<p>Di tempat</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr Wb</p>
<p>Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini<br />
hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya<br />
mohon, bacalah dulu sampai selesai.</p>
<p>Saya, yang bernama &#8230;&#8230; menginginkan anda &#8230;&#8230;untuk menjadi istri<br />
saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa.</p>
<p>Saat ini saya punya pekerjaan.</p>
<p>Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi<br />
yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan<br />
untuk mencukupi kebutuhan<br />
istri dan anak-anakku kelak.</p>
<p>Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan<br />
ngontrak selamannya.</p>
<p>Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak<br />
kepanasan dan tidak kehujanan.</p>
<p>Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa<br />
kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya.. Untuk menutupi<br />
kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa.<br />
Cinta saya juga biasa saja&#8230;</p>
<p>Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan<br />
merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa.</p>
<p>Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena<br />
saya tidak tahu suratan jodoh saya.</p>
<p>Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang<br />
baik. Kenapa saya memilih anda ?</p>
<p>Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih<br />
anda..</p>
<p>Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih<br />
anda.</p>
<p>Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah.. Dan yang pasti, saya<br />
menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah.</p>
<p>Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin<br />
menjadi lebih baik dari saat ini.</p>
<p>Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya.</p>
<p>Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan.</p>
<p>Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum Wr Wb</p>
<p>Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini<br />
saya membaca surat &#8216;lamaran&#8217; yang begitu indah.</p>
<p>Sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang<br />
berbunga-bunga.</p>
<p>Surat cinta minimalis, saya menyebutnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum<br />
tertahan.</p>
<p>&#8220;Kenapa kamu memilih dia..&#8221;</p>
<p>&#8220;Karena dia manusia biasa.&#8221; Dia menjawab mantap. &#8220;Dia sadar bahwa dia<br />
manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya.</p>
<p>Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa.<br />
Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari.</p>
<p>Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Maksudnya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada.<br />
Iya kan ? Paling gak.Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat<br />
nanti kita jadi gembel.</p>
<p>&#8220;Ssttt.&#8221; Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita belum<br />
tidur. Terdiam kita memasang telinga.</p>
<p>Sunyi.. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling<br />
berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing.</p>
<p>&#8220;Udah tidur. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama.&#8221; Kita kembali<br />
rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih<br />
terngiang terus ditelinga saya.</p>
<p>&#8220;Gik&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidur. Dah malam.&#8221; Saya menjawab tanpa menoleh padanya.. Saya ingin dia<br />
tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah,<br />
kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih.</p>
<p>Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu.</p>
<p>Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa<br />
ada hal lain yang<br />
mengatur segala kehidupannya.</p>
<p>Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh<br />
ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan<br />
berapa lama pernikahnnya kelak.</p>
<p>Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi<br />
sebuah &#8216;proses usaha&#8217;. Betapa indah bila proses menuju pernikahan<br />
mengabaikan harta, tahta dan &#8216;nama&#8217;.</p>
<p>Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan.</p>
<p>Ketika segala yang &#8216;melekat&#8217; pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan<br />
yang utama.</p>
<p>Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah.</p>
<p>Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya.</p>
<p>Maka semua menjadi indah.</p>
<p>Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA. Hanya Allah yang<br />
mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah<br />
pernikahan.</p>
<p>Kita hanya bisa<br />
memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah<br />
dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan<br />
kemantapan untuk menikah.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan cinta ?</p>
<p>Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses.</p>
<p>Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya.</p>
<p>Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam<br />
pernikahan yang suci. Witing tresno jalaran garwo(sigaraning nyowo),</p>
<p>kalau diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan<br />
jiwa).</p>
<p>Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha<br />
menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa.  &#8220;Awignamastu Namo Sidham&#8221;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hyank.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hyank.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hyank.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hyank.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hyank.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hyank.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hyank.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hyank.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hyank.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hyank.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hyank.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hyank.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hyank.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hyank.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=16&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hyank.wordpress.com/2009/05/14/surat-cinta-minimalis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbf5838aa85c43eab76b0974c486c39d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hyank</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shi Sang Chi You Mama Hau</title>
		<link>http://hyank.wordpress.com/2009/05/14/shi-sang-chi-you-mama-hau/</link>
		<comments>http://hyank.wordpress.com/2009/05/14/shi-sang-chi-you-mama-hau/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 22:27:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hyank</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hyank.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[hmmm kemaren dapet email dari temen, kupikir sayang jug akalo ndak dibagi.. ni dia ceritanya: Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota tersebut. Sedangkan sang wanita adalah &#8230; <a href="http://hyank.wordpress.com/2009/05/14/shi-sang-chi-you-mama-hau/"><em>Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></em></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=13&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hmmm kemaren dapet email dari temen, kupikir sayang jug akalo ndak dibagi..</p>
<p>ni dia ceritanya:<br />
Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria</p>
<p>berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota<br />
tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba<br />
kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah</p>
<p>yang membuat sang pria jatuh hati.</p>
<p>Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya menikah,<br />
dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka duga,<br />
orang tua sang pria tidak menyukai wanita tsb. Sebagai orang yang<br />
terpandang di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan merusak reputasi<br />
keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan<br />
untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia<br />
sudah menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.</p>
<p>Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan wanita tsb<br />
bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus berargumen<br />
dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya, sesuatu<br />
yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu, umumnya<br />
seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).</p>
<p>Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang tuanya agar<br />
menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena gagal<br />
membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tsb, yang<br />
menurut mereka akan sangat merugikan masa depannya.</p>
<p>Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari.<br />
Ia<br />
memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu<br />
keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh<br />
orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci<br />
anaknya di dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya<br />
yang besar.</p>
<p>Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah</p>
<p>ditentukan sepasang kekasih tsb untuk melarikan diri. Sang wanita sangat</p>
<p>terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian<br />
memohon pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-<br />
satunya.</p>
<p>Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar,<br />
perkawinan mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota,<br />
reputasi anaknya akan tercemar, orang2 tidak akan menghormatinya lagi.<br />
Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut<br />
secara perlahan2.</p>
<p>Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan permohonan<br />
agar wanita tsb meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan anaknya<br />
lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tsb dapat digunakan untuk<br />
membiayai hidupnya di tempat lain.</p>
<p>Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia sadar bahwa<br />
perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak<br />
kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota<br />
ini, tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia mencintai sang pria,<br />
bukan uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan<br />
akan sangat sulit?.</p>
<p>Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk meninggalkan<br />
sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih berpisah<br />
dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus mencari<br />
kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. &#8220;Walaupun ia<br />
kelak bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang<br />
yang berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua&#8221;, kata sang ibu.</p>
<p>Dengan berat hati, sang wanita menulis surat. Ia menjelaskan bahwa ia<br />
sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar bahwa<br />
keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah</p>
<p>melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama<br />
dalam menghadapi penolakan2 akibat perbedaan status sosial mereka. Ia<br />
tidak kuat lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah.<br />
Tetesan air</p>
<p>mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut.</p>
<p>Sang wanita yang malang tsb tampak tidak punya pilihan lain.<br />
Ia<br />
terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota</p>
<p>itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia<br />
bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.</p>
<p>==========000000000 0======== ======</p>
<p>Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah menjadi seorang<br />
ibu. Anaknya seorang laki2. Sang ibu bekerja keras siang dan malam,<br />
untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di<br />
sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2 tetangga dan</p>
<p>menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan. Kebanyakan ia melakukan semua<br />
pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya. Walaupun ia cukup<br />
berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan,<br />
karena ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu<br />
tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya?</p>
<p>Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba2 sakit keras.<br />
Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat.<br />
Anak<br />
tsb<br />
harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan<br />
telah menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama<br />
ini, dan itupun belum cukup. Ibu tsb akhirnya juga meminjam ke<br />
sana-sini, kepada siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman.</p>
<p>Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk membuat sup<br />
ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tsb terdiri dari<br />
obat2 herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu<br />
hanya mampu membeli obat2 herbal tsb, ia tidak punya uang sepeserpun<br />
lagi untuk membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin,<br />
karena ia telah berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum<br />
terbayar.</p>
<p>Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa,<br />
untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tsb telah menolak<br />
permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian.</p>
<p>Diantara tangisannya, ia tiba2 mendapatkan ide. Ia mencari alkohol yang<br />
ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain.<br />
Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil</p>
<p>sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang</p>
<p>tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan.<br />
Sang<br />
ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak<br />
mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat?..</p>
<p>Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan kesakitan sang<br />
ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh anaknya sendiri.<br />
Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang dilakukan<br />
oleh sang ibu???.</p>
<p>==========000000000 0======== ======</p>
<p>Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak</p>
<p>yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya.<br />
Di<br />
hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain<br />
bersama, dan bersama2 menyanyikan lagu &#8220;Shi Sang Chi You Mama Hau&#8221;<br />
(terjemahannya<br />
&#8220;Di<br />
Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik&#8221;).</p>
<p>Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai penjaga<br />
toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari.<br />
Hari2<br />
mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak<br />
terkadang memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam<br />
hari.<br />
Ia<br />
tahu<br />
ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk<br />
sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas.</p>
<p>Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya.<br />
Ia<br />
berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya<br />
selama ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera<br />
menolak setelah pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu<br />
sederhana, tidak terlalu mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal.<br />
Masih banyak keperluan lain yang perlu dibiayai.</p>
<p>Sang anak segera pergi ke toko tsb, yang tidak jauh dari rumahnya. Ia<br />
meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan</p>
<p>tsb, karena ia akan membelinya bulan depan. &#8220;Apakah kamu punya uang?&#8221;<br />
tanya<br />
sang pemilik toko. &#8220;Tidak sekarang, nanti saya akan punya&#8221;, kata sang<br />
anak dengan serius.</p>
<p>Ternyata, bulan depan sang anak benar2 muncul untuk membeli jam tangan<br />
tsb. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main2.<br />
Ketika<br />
menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya &#8220;Dari mana kamu mendapatkan<br />
uang itu? Bukan mencuri kan?&#8221;. &#8220;Saya tidak mencuri, kakek. Hari ini<br />
adalah hari ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke<br />
sekolah.<br />
Selama<br />
sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang<br />
jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit,<br />
tapi ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini.<br />
Ia<br />
akan<br />
marah&#8221; kata sang anak. Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tsb.</p>
<p>Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari.<br />
Sang<br />
anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam<br />
tangan tsb. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya.<br />
Jam tangan ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba2 tersadar,<br />
dari mana uang untuk membeli jam tsb. Sang anak tutup mulut, tidak mau<br />
menjawab.</p>
<p>&#8220;Apakah kamu mencuri, Nak?&#8221; Sang anak diam seribu bahasa, ia tidak ingin<br />
ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut.<br />
Setelah<br />
ditanya berkali2 tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya<br />
telah mencuri. &#8220;Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah<br />
ibu sudah mengajari kamu tentang hal ini?&#8221; kata sang ibu.</p>
<p>Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya.<br />
Biarpun<br />
ibu<br />
sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak<br />
menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu<br />
perih, karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus<br />
melakukannya, demi kebaikan anaknya.</p>
<p>Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju ke rumah<br />
tsb heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui kejadiannya.<br />
&#8220;Ia sebenarnya anak yang baik&#8221;, kata salah satu tetangganya.<br />
Kebetulan<br />
sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu<br />
tetangganya yang merupakan familinya.</p>
<p>Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak itu.<br />
Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk</p>
<p>menjelaskan. Tetapi tiba2 sang anak berlari ke arah pemilik toko,<br />
memohon agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.</p>
<p>&#8220;Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan tidak boleh<br />
menyembunyikan sesuatu dari ibunya&#8221;. Sang anak mengikuti nasehat kakek<br />
itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak<br />
tiba2<br />
muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam<br />
tangan tsb, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang<br />
tadi di</p>
<p>tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga<br />
menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke</p>
<p>rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk mengumpulkan<br />
uang membeli jam tangan kesukaan ibunya.</p>
<p>Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan hal tsb,<br />
begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak<br />
kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu? .&#8221;Maafkan saya,<br />
Nak.&#8221;<br />
&#8220;Tidak Bu, saya yang bersalah&#8221;??? ..</p>
<p>===========000= ========= =======</p>
<p>Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah, tetapi<br />
istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat sedih akan<br />
hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak.</p>
<p>Ketika sang ibu dan anaknya berjalan2 ke kota, dalam sebuah kesempatan,<br />
mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru</p>
<p>menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya<br />
sendiri.<br />
Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua<br />
biaya hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik<br />
tanpa</p>
<p>bantuanmu.</p>
<p>Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria.<br />
Mereka<br />
begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.</p>
<p>===========000= ========= ========</p>
<p>Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh.<br />
Dokter<br />
mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang<br />
konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya.</p>
<p>Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya.<br />
Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya.</p>
<p>Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan solusi yang<br />
tepat. Satu2nya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya kepada sang<br />
ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya.</p>
<p>Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya berkeliling<br />
kota, bermain2 di taman kesukaan mereka. Mereka gembira sekali,<br />
menyanyikan lagu &#8220;Shi Sang Chi You Mama Hau&#8221;, lagu kesayangan mereka.<br />
Untuk<br />
sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam<br />
kegembiraan bersama sang anak.</p>
<p>Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak.</p>
<p>Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin<br />
dengan ibu. &#8220;Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak&#8221;<br />
kata<br />
ibu.<br />
&#8220;Tidak apa2 Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa<br />
bersama2 dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang<br />
untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja</p>
<p>lagi, Bu&#8221;, kata sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah<br />
sang ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat.</p>
<p>Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya.<br />
Keduanya<br />
sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang,<br />
sang anak meronta2 ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan<br />
mainan</p>
<p>kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya,<br />
sang anak menolak. &#8220;Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu&#8221;, teriak<br />
sang anak dengan nada yang polos. Dengan hati sedih dan menangis, sang<br />
ibu berkata</p>
<p>&#8220;Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah, kakek dan</p>
<p>nenek akan bermain bersamamu.&#8221; &#8220;Tidak, aku tidak mau mereka. Saya hanya<br />
mau ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang<br />
tidak mau saya lagi&#8221;, sang anak mulai menangis.<br />
Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tsb tidak<br />
didengarkan anak kecil tsb. Sang anak menangis tersedu2 &#8220;Kalau ibu</p>
<p>sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu&#8221;. Sampai pada akhirnya, ibunya<br />
memaksa dengan mengatakan &#8220;Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah<br />
disini&#8221;, ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tsb. Tampak<br />
anaknya<br />
meronta2<br />
dengan ledakan tangis yang memilukan.</p>
<p>Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu<br />
menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak diperbolehkan<br />
menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan<br />
baik.<br />
Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia<br />
telah kehilangan satu2nya alasan untuk hidup, anaknya tercinta.</p>
<p>Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk memotong urat<br />
nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya mungkin<br />
tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup untuk</p>
<p>mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh<br />
diri itu dibatalkan, demi anaknya juga??..</p>
<p>============ 000====== ===</p>
<p>Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain, mendapatkan kerja<br />
yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun tetap menjalani<br />
perawatan medis secara rutin setiap bulan.</p>
<p>Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya.<br />
Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah<br />
mengumpulkannya. Maka, pada hari tsb, sepulang dari sekolah, ia tidak<br />
pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal<br />
ibunya, yang memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan<br />
setangkai bunga, sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan<br />
ibu, sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang<br />
sangat bagus. Ia akan memberikan semuanya untuk ibu.</p>
<p>Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju<br />
rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah<br />
kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang tahu</p>
<p>kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk di</p>
<p>depan rumah tsb, menangis &#8220;Ibu benar2 tidak menginginkan saya lagi.&#8221;</p>
<p>Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah<br />
terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah<br />
mengatakan semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi<br />
tidak ada kabar.<br />
Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut.<br />
Polisi<br />
pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.</p>
<p>Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba2 ia teringat sesuatu.<br />
Hari<br />
ini<br />
adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya.<br />
Anaknya<br />
mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik mobil<br />
menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang tahun,<br />
setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat anaknya.<br />
Sang<br />
ibu<br />
tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan2 imut anaknya<br />
dalam surat itu.</p>
<p>Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb, tanpa<br />
mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu<br />
membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis<br />
ia memohon agar bisa menemukan anaknya.</p>
<p>Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba2 ingat bahwa ia dan anaknya<br />
pernah pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tsb. Ibunya pernah berkata,<br />
bahwa bila kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im<br />
yang welas asih.<br />
Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik. Ibunya<br />
memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tsb untuk memohon<br />
agar bisa bertemu dengan dirinya.</p>
<p>Benar saja, ternyata sang anak berada di sana. Tetapi ia pingsan,<br />
demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk<br />
dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh<br />
dari tangga, dan berguling2 jatuh ke bawah????..</p>
<p>============ 000====== ========</p>
<p>Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki bangku<br />
kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan ibunya.<br />
Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak telah<br />
banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana2, tetapi hasilnya<br />
nihil.</p>
<p>Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama<br />
dengan teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil,<br />
di persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang<br />
mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak<br />
pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak<br />
berkomat-kamit.</p>
<p>Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama<br />
pacar untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua<br />
sambil mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan<br />
lemah &#8220;Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?&#8221;</p>
<p>Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera<br />
menyanyikan lagu &#8220;Shi Sang Ci You Mama Hau&#8221; dengan suara perlahan, tak<br />
disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah.<br />
Mereka<br />
berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu<br />
menyanyikan lagu tsb saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis<br />
tua itu dan berteriak dengan haru &#8220;Ibu? Ini saya ibu&#8221;.</p>
<p>Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba2 muka sang anak, lalu<br />
bertanya, &#8220;Apakah kamu ??..(nama anak itu)?&#8221; &#8220;Benar bu, saya adalah anak<br />
ibu?&#8221;.<br />
Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi</p>
<p>bumi???.<br />
Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya menjadi<br />
hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus</p>
<p>mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang<br />
menganggapnya sebagai orang gila?.</p>
<p>============ 000====== =======</p>
<p>Dalam kondisi kritis, Ibu kita akan melakukan apa saja demi kita. Ibu<br />
bahkan rela mengorbankan nyawanya?..</p>
<p>Simaklah penggalan doa keputusasaan berikut ini, di saat Ibu masih muda,</p>
<p>ataupun disaat Ibu sudah tua :</p>
<p>1. Anakku masih kecil, masa depannya masih panjang. Oh Tuhan, ambillah<br />
aku sebagai gantinya.<br />
2. Aku sudah tua, Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.</p>
<p>Diantara orang2 disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/I kandung<br />
Anda, diantara lebih dari 6 Milyar manusia, siapakah yang rela<br />
mengorbankan nyawanya untuk Anda, kapan pun, dimana pun, dengan cara<br />
apapun ?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hyank.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hyank.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hyank.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hyank.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hyank.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hyank.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hyank.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hyank.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hyank.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hyank.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hyank.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hyank.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hyank.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hyank.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=13&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hyank.wordpress.com/2009/05/14/shi-sang-chi-you-mama-hau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbf5838aa85c43eab76b0974c486c39d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hyank</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>fadilah sedekah</title>
		<link>http://hyank.wordpress.com/2008/11/28/fadilah-sedekah/</link>
		<comments>http://hyank.wordpress.com/2008/11/28/fadilah-sedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 11:31:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hyank</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hyank.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Ust. Yusuf Mansyur   Sedekah bisa mendatangkan ampunan Allah, menghapus dosa, dan menutup kesalahan serta keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah. Sedekah bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Inilah sekian fadilah sedekah yang ditawarkan Allah bagi para &#8230; <a href="http://hyank.wordpress.com/2008/11/28/fadilah-sedekah/"><em>Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></em></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=8&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-size:14pt;color:black;font-family:Arial;"><strong><em><span style="font-family:Arial;">Penulis : Ust. Yusuf Mansyur</span></em></strong></span></div>
<p><span style="font-size:14pt;color:black;font-family:Arial;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Sedekah bisa mendatangkan ampunan <span class="yshortcuts">Allah</span>, menghapus dosa, dan menutup kesalahan serta keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah. Sedekah bisa mendatangkan <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">kasih sayang</span> dan bantuan Allah. Inilah sekian fadilah sedekah yang ditawarkan Allah bagi para pelakunya.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Sebagaimana kita ketahui, hidup kita jadi susah, lantaran memang kita banyak betul dosanya. Dosa-dosa kita mengakibatkan kehidupan kita menjadi tertutup dari Kasih Sayangnya Allah. Kesalahan-kesalahan yang kita buat, baik terhadap Allah maupun terhadap manusia, membuat kita terperangkap dalam lautan kesusahan yang sejatinya kita buat sendiri.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Hidup kita pun banyak masalah. Lalu Allah datang menawarkan bantuanNya, menawarkan kasih sayangNya, menawarkan ridhaNya terhadap ikhtiar kita, dan menawarkan ampunanNya. Tapi kepada siapa yang Allah bisa berikan ini semua? Kepada siapa yang mau bersedekah. Kepada yang mau membantu orang lain. Kepada yang mau peduli dan berbagi.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"><span class="yshortcuts">Kita</span> memang susah. Tapi pasti ada yang lebih susah. Kita memang sulit, tapi pasti ada yang lebih sulit. Kita memang sedih, tapi barangkali ada yang lebih sedih. Terhadap mereka inilah Allah minta kita memperhatikan, jika ingin diperhatikan.</span></p>
<p><em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Sumber : <a rel="nofollow" href="http://www.pppa.or.id/" target="_blank"><span class="yshortcuts">www.pppa.or.id</span></a></span></em></p>
<p> </p>
<p></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hyank.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hyank.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hyank.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hyank.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hyank.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hyank.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hyank.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hyank.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hyank.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hyank.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hyank.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hyank.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hyank.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hyank.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=8&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hyank.wordpress.com/2008/11/28/fadilah-sedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbf5838aa85c43eab76b0974c486c39d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hyank</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hidup adalah pilihan</title>
		<link>http://hyank.wordpress.com/2008/06/03/my-opini/</link>
		<comments>http://hyank.wordpress.com/2008/06/03/my-opini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 10:45:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hyank</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hyank.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[aku merasakan banget yang namanya hidup kita penuh dengan pilihan pilihan yang selalu menyenangkan dan kurang menyenangkan banyakorang yang ragu dengan pilihannya, terkadang merasa takut untuk memilih akupun terkadang begitudanitu manusiawi. pilihan hidup memang bisa dikatakan bukan hal mudah bahkan &#8230; <a href="http://hyank.wordpress.com/2008/06/03/my-opini/"><em>Continue&#160;reading&#160;<span class="meta-nav">&#8594;</span></em></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=4&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>aku merasakan banget yang namanya hidup kita penuh dengan pilihan</p>
<p>pilihan yang selalu menyenangkan dan kurang menyenangkan</p>
<p>banyakorang yang ragu dengan pilihannya, terkadang merasa takut untuk memilih</p>
<p>akupun terkadang begitudanitu manusiawi.</p>
<p>pilihan hidup memang bisa dikatakan bukan hal mudah</p>
<p>bahkan terkadang sangat-sangat mempengaruhi sebagian besar hidup kita</p>
<p>diakhir waktu kadang kita berkata pada diri sendiri</p>
<p><em>coba aku milih yang kemaren tentu kejadiannya gakakan begini&#8230;..</em></p>
<p>seharusnya kata-kata itu takperlu terjadi kalo kita tahu maknanya  pilihan</p>
<p>sebaiknya sebelum memilih timbanglah baikdan buruknya pilihan</p>
<p>karena setiap pilihan pasti memiliki dampak</p>
<p>pada saat memilih sebaiknya pikirkan kemampuan kita untuk konsisten dengan pilihan kita</p>
<p>jika memang dampakburuk akan muncul usahakan dipilih yang paling kecil mempengaruhi kita</p>
<p>dan lingkungan kita</p>
<p>InsyaAlloh, kalo kita bisa konsisten kata-kata <em>coba aku milih yang kemaren tentu kejadiannya gakakan begini&#8230;.. </em>gak akan terjadii</p>
<p>Pilihan bukan hal terpenting, tetapi cara kita menyikapi dampak akibat pilihan kita itu yang paling penting&#8230;..</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hyank.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hyank.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hyank.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hyank.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hyank.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hyank.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hyank.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hyank.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hyank.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hyank.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hyank.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hyank.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hyank.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hyank.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hyank.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hyank.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=4&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hyank.wordpress.com/2008/06/03/my-opini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbf5838aa85c43eab76b0974c486c39d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hyank</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://hyank.wordpress.com/2008/05/27/hello-world/</link>
		<comments>http://hyank.wordpress.com/2008/05/27/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 10:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hyank</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=1&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/hyank.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/hyank.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/hyank.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/hyank.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/hyank.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/hyank.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/hyank.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/hyank.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/hyank.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/hyank.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/hyank.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/hyank.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/hyank.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/hyank.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/hyank.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/hyank.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=hyank.wordpress.com&amp;blog=3828919&amp;post=1&amp;subd=hyank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hyank.wordpress.com/2008/05/27/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dbf5838aa85c43eab76b0974c486c39d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hyank</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
